Recent twitter entries...

REVIEW JURNAL 7 (PELAPORAN KEUANGAN & PERUBAHAN HARGA)

0

PENGARUH PENGUMUMAN DIVIDEN TERHADAP PERUBAHAN HARGA SAHAM SEBELUM DAN SESUDAH EX-DIVIDEND DATE DI BURSA EFEK JAKARTA (BEJ)

Nama Jurnal

Jurnal Akuntansi dan Keuangan
Volume / Halaman

VOL. 8, NO. 1/ 71-77
Nama Penulis

Lani Siaputra dan Adwin Surja Atmadja
Judul Jurnal

Pengaruh Pengumuman Dividen Terhadap Perubahan Harga
Saham Sebelum dan Sesudah Ex-Dividend Date di Bursa Efek
Jakarta (BEJ)
Tanggal Jurnal

Mei 2006
Tujuan Penelitian

Untuk menganalisis pengaruh ex-dividen date terhadap perubahan harga saham di Bursa Efek Jakarta.
Metode Penelitian

Pengumpulan sampel menggunakan cara purposive sampling. Dengan memperhatikan kenormalan data, pengujian hipotesis dilakukan dengan metode Paired Sample t-Test dengan bantuan software SPSS.
Variabel Penelitian

1) Variabel Bebas : Nilai nominal dividen kas per lembar saham yang dibagikan oleh seluruh sampel emiten.
2) Variabel Terikat : Perubahan harga saham
Hasil Penelitian

1. Shapiro-Wilk test digunakan dalam proses pengujian normalitas yang hasilnya adalah tidak signifikan (α = 5%), sehingga dapat disimpulkan bahwa data terdistribusi normal.

2. Sebagian besar hasil (70,8%) menunjukkan adanya perbedaan secara signifikan antara harga saham sebelum ex-dividend date dan
harga saham sesudah ex-dividend date.
Kesimpulan Penelitian

1. Ada perbedaan perubahan harga saham yang signifikan secara statistik yang disebabkan oleh pengumuman dividen. Mayoritas harga saham akan mengalami penurunan pada saat setelah ex-dividend date.

2. Besarnya nilai perubahan harga saham secara statistik tercermin dalam besarnya nilai dividen per lembar saham yang dibagikan.
Pendapat Mengenai Jurnal
Penelitian ini sangat bermanfaat untuk pihak yang berkepentingan seperti investor dan manajer. Namun penelitian inis angat terbatas dengan periode 2001–2004 saja. Adanya keterbatasan ini memungkinkan untuk dilakukannya penelitian sejenis dengan kriteria yang lebih moderat serta jumlah sampel yang lebih banyak, sehingga dapat menyempurnakan hasil penelitian ini.

REVIEW JURNAL 6 (TRANSAKSI MATA UANG ASING)

0

PENENTUAN NILAI TUKAR MATA UANG ASING DENGAN MENERAPKAN KONSEP PARITAS DAYA BELI

Nama Jurnal

Jurnal Manajemen & Kewirausahaan
Volume / Halaman

Vol. 2, No. 2,Hal 14-28
Nama Penulis

Ivan Haryanto dan Diana Wibisono
Judul Jurnal

Penentuan Nilai Tukar Mata Uang Asing dengan Menerapkan
Konsep Paritas Daya Beli
Tanggal Jurnal

September 2000
Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan melihat sensitivitas perubahan indeks
harga konsumen terhadap perubahan nilai tukar mata uang tiap negara terhadap
Dolar Amerika serta menguji apakah terdapat perbedaan secara signifikan antara
nilai tukar aktual dengan nilai tukar berdasarkan konsep paritas daya belinya.
Metode Penelitian

Menggunakan alat analisa uji hipotesa One-Sample of Mean. Ada dua pengujian yang dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut, pertama, menggunakan fungsi regresi linear. Dimana prosentase perubahan nilai tukar actual mata uang negara bersangkutan dan prosentase perubahan indeks harga konsumennya dari periode ke periode yang telah ditemukan, diolah menggunakan alat analisis regresi. Kedua, menggunakan fungsi regresi kuadratik, dimana prosentase perubahan
indeks harga konsumen negara tersebut dari periode ke periode dikuadratkan. Hasil ini diolah bersama-sama prosentase perubahan nilai tukar aktual mata uang Negara tersebut, menggunakan metode dan alat analisis yang sama seperti yang digunakan fungsi regresi linear.
Variabel Penelitian

Variabel Independen = Nilai tukar aktual mata uang
Variabel Dependen = Nilai paritas daya beli
Hasil Penelitian

Menurut model regresi yang digunakan dalam penelitian ini, ditemukan bahwa sumbangan faktor inflasi di ketujuh negara tersebut cukup kecil dalam penentuan nilai tukar mata uang masing-masing negara terhadap Dolar Amerika. Hal tersebut juga disebabkan karena pergerakan hubungan faktor inflasi dan nilai tukar mata uang masing-masing negara dari tahun ke tahun tidaklah beraturan. Sebagai contoh untuk negara Inggris, pada model regresi linear dinyatakan bahwa faktor inflasi akan mempengaruhi pembentukan nilai tukar mata uang Poundsterling sebesar 0,14%. Model regresi kuadratiknya pun juga menunjukkan pengaruh inflasi yang cukup kecil dalam menentukan nilai tukar mata uang Poundsterling. Faktor inflasi hanya mempengaruhi pembentukan nilai tukar mata uang sebesar 1,69%. Hal tersebut disebabkan karena tidak beraturannya pergerakan hubungan inflasi terhadap nilai tukar mata uang selama beberapa tahun dalam penelitian ini, yaitu periode kuartalan mulai bulan Oktober 1990 hingga April 1997, untuk negara Inggris.
Kesimpulan Penelitian

Konsep paritas daya beli baru benar-benar dapat diterapkan dengan tepat jika, pertama, biaya transportasi dan hambatan perdagangan turut dihitung dalam perhitungan konsep ini. Kedua, kondisi pasar yang kondusif untuk menerapkan konsep tersebut dengan tepat adalah pasar persaingan sempurna, bukan monopolistik maupun
oligopolistik. Karena, dalam pasar persaingan sempurna, harga produk yang diperdagangkan cenderung sama di semua negara. Ketiga, barang dan jasa yang dihitung harus merupakan barang dan jasa yang diperdagangkan secara internasional, disamping itu, keempat, setiap negara harus memiliki komoditi acuan yang sama.
Pendapat Mengenai Jurnal
Menurut kelompok kami, jurnal penelitian ini sudah cukup baik. Namun, dalam penelitian selanjutnya perlu dilakukan penelitian lapangan yang lebih mendalam untuk mengetahui kondisi tertentu yang terjadi dalam dunia atau setiap Negara yang menjadi obyek penelitian. Hal ini ditujukan untuk mengetahui kemungkinan adanya
faktor-faktor tertentu yang mempengaruhi pergerakan nilai tukar mata uang setiap Negara dalam waktu tertentu. Misalnya, kebijakan ekonomi suatu negara di waktu tertentu pasti akan mempengaruhi perubahan permintaan dan penawaran mata uang negara tersebut.

REVIEW JURNAL 5 (PELAPORAN DAN PENGUNGKAPAN)

0
PENGARUH KINERJA KEUANGAN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN DENGAN PENGUNGKAPAN  CORPORATE   SOCIALRESPONSIBILITY  DAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE  SEBAGAI VARIABEL PEMODERASI (SENSUS PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BURSA EFEK INDONESIA)

Nama Jurnal

Jurnal Akuntasi
Volume / Halaman

-
Nama Penulis


 Retno Endah Puspitasari
Judul Jurnal


Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap Nilai Perusahaan Dengan Pengungkapan Corporate  Social Responsibility dan Good Corporate Governance  Sebagai Variabel Pemoderasi
(Sensus Pada Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Indonesia)
Tanggal Jurnal

-
Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian adalah untuk menemukan bukti empiris tentang Pengaruh kinerja keuangan ROE terhadap nilai perusahaan; Pengaruh pengungkapan CSR terhadap hubungan antara ROE dan nilai perusahaan ; Pengaruh kepemilikan manajerial terhadap hubungan antara ROE dan nilai perusahaan.
Metode Penelitian

Analisis data menggunakan analisis regresi linear sederhana untuk hipotesis 1 dan analisis regresi linear berganda dengan uji Moderated Regression Analysis ( MRA ) untuk hipotesis 2 dan 3. Sampel dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia dalam rentang tahun 2007 - 2009. Sampel penelitian adalah sebanyak 37 perusahaan dengan 111 observasi.
Variabel Penelitian

Variabel independen, yaitu kinerja keuangan diukur dengan ROE
Variabel dependen, yaitu nilai perusahaan di ukur dengan Tobins’ Q
Variabel Pemoderasi, meliputi 2 hal yaitu Pengungkapan Corporate social responsibility dan Good Corporate Governance diproksikan dengan kepemilikan manajerial

Hasil Penelitian

Hasil penelitian dengan analisis regresi linear menunjukkan bahwa ROE berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Sedangkan analisis variabel moderating dengan metode MRA menunjukkan bahwa pengungkapan CSR tidak mampu memoderasi hubungan antara ROE terhadap Nilai perusahaan Kepemilikan manajerial juga bukan merupakan variabel moderating yang mampu memoderasi hubungan antara ROE dan nilai perusahaan .
Kesimpulan Penelitian

Kesimpulan Penelitian ini menunjukan bahwa
Kinerja keuangan berpengaruh terhadap Nilai Perusahaan.; Pengungkapan Corporate Sosial Responsibility tidak memoderasi hubungan antara Kinerja Keuangan terhadap Nilai Perusahaan. Diduga adanya UU Perseroan Terbatas No 40 Tahun 2007 merupakan indikasi pengungkapan CSR bukan merupakan variabel moderating, karena investor merasa tidak perlu melihat pengungkapan CSR yang dilakukan oleh perusahaan, karena perusahaan pasti akan melaksanakan CSR jika tidak menginginkan adanya sanksi perundang-undangan. ; Pengungkapan Good Corporate Governance tidak memoderasi hubungan antara Kinerja Keuangan terhadap Nilai Perusahaan, Diduga terjadi adanya management entrenchment, yang menyatakan kepemilikan insider yang tinggi akan berdampak pada kecenderungan manajer untuk bertindak demi kepentingannya sendiri, dikarenakan hak voting dan bargaining power yang semakin tinggi yang dimiliki oleh insider dalam penentuan kebijakan sehingga mengakibatkan pemilik tidak mampu menjalankan mekanisme control dengan baik, hal ini akan menyebabkan turunnya nilai perusahaan karena tidak terjadi ketidaksamaan kepentingan antara manajer dan pemilik yaitu pemegang saham minoritas.

Pendapat Mengenai Jurnal
Menurut pendapat saya jurnal ini bagus, materi yang diangkat juga menarik. Penelitian selanjutnya hendaknya menambah jumlah sampel penelitian dan juga melibatkan sektor industri yang lain agar mencerminkan reaksi dari pasar modal secara keseluruhan. Penelitian selanjutnya dapat menggunakan proksi kinerja keungan dan proksi GCG yang lain, misalnya leverage,Earning Per Share, ROA, dewan komisaris, komisaris independen, komite audit atau kriteria lain yang telah ditetapkan. Dan untuk penelitian selanjutnya dapat menggunakan profitabilitas, nilai tukar rupiah atau komitmen organisasi sebagai variabel pemoderasi.


REVIEW JURNAL 4 (AKUNTANSI KOMPARATIF AMERIKA & ASIA)

0
ANALISIS KOMPARASI KINERJA PASAR MODAL DI INDONESIA, HONGKONG, CHINA, INGGRIS DAN AMERIKA

Nama Jurnal

Jurnal Riset Bisnis dan Manajemen
Volume / Halaman

Vol.2 ,No.3 / 87-104
Nama Penulis

Yulein Rahamis
Judul Jurnal

Analisis Komparasi Kinerja Pasar Modal Di Indonesia, Hongkong, China, Inggris Dan Amerika
Tanggal Jurnal

2014
Tujuan Penelitian

Untuk membandingkan kinerja pasar modal Indonesia dengan pasar modal Hongkong, China, Inggris, dan Amerika
Metode Penelitian

Metode penelitian Komparatif
Variabel Penelitian

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan Return Market
Hasil Penelitian

Berdasarkan indikator IHSG,  tingkat signifikan sebesar  0.00, lebih kecil dari  tingkat signifikan yang ditentukan yaitu 0.05.
Berdasarkan indikator Return Market, tingkat signifikan 0.197, lebih besar dari tingkat signifikan yang ditentukan yaitu 0.05. 
Kesimpulan Penelitian

Ada perbedaan yang signifikan pada kinerja Pasar Modal Indonesia, Pasar Modal China, Pasar Modal Inggris, dan Pasar Modal Amerika dilihat dari indikator IHSG.
Tidak ada perbedaan kinerja Pasar Modal  Indonesia, Pasar Modal China, Pasar Modal Inggris, dan Pasar Modal Amerika dilihat dari indikator Return Market.
Pendapat Mengenai Jurnal
Menurut kami penelitian ini cukup baik, melihat belum banyak penelitian yang membandingkan antara bursa efek di Indonesia dengan Bursa efek di Dunia. Kebanyakan penelitian dilakukan untuk menguji indeks pasar suatu bursa atau factor-faktor yang mempengaruhi indeks pasar itu sendiri. Selain itu, hasil penelitian ini juga dapat berguna untuk pelaksana pasar modal di Indonesia agar dapat melakukan perbaikan yang ditujukan untuk kemudahan investor, broker, ataupun periset dalam pengambilan keputusan.

REVIEW JURNAL 3 (AKUNTANSI KOMPARATIF EROPA)

0
PENGARUH ADOPSI IFRS TERHADAP EARNINGS RESPONSE COEFFICIENT PADA PERUSAHAAN DI INGGRIS DAN JERMAN

Nama Jurnal

Jurnal Akuntansi, Ekonomi dan Manajemen Bisnis
Volume / Halaman

vol. 3, no. 1 /  46-54
Nama Penulis

Arif Darmawan
Judul Jurnal

Pengaruh Adopsi IFRS terhadap Earnings Response Coefficient pada Perusahaan di Inggris dan Jerman
Tanggal Jurnal

2013
Tujuan Penelitian

Untuk mengetahui apakah adopsi IFRS akan berpengaruh positif terhadap earnings response coefficient perusahaan di Inggris  dan Jerman
Metode Penelitian

Metode penelitian Deskriptif
Variabel Penelitian

Variabel Terikat : Earnings Response Coefficient (ERC)
Variabel Bebas : Dummy, 1 setelah mengadopsi, 0 sebelum mengadopsi
Variabel Kontrol : Persistensi Laba (PL), Struktur Modal (SM), Risiko (β), Kesempatan bertumbuh (MB), Ukuran Perusahaan (UP)
Hasil Penelitian

Pengujian antara variabel dummy dengan variabel ERC  menunjukan nilai koefisien variabel dummy adalah sebesar 0,266 dengan tingkat signifikansi 0,05.
Pengujian terhadap variabel interaksi antara variabel dummy dengan variabel laba  menunjukkan nilai koefisien sebesar 0,111 dengan tingkat signifikansi 0,05.
Kesimpulan Penelitian

Variabel dummy mempengaruhi secara signifikan positif terhadap variabel ERC. Artinya investor menganggap bahwa adopsi IFRS mampu menaikkan value relevant informasi akuntansi dan kemudian menggunakan informasi tersebut dalam pengambilan keputusan.
Informasi laba direspon secara positif lebih tinggi oleh pasar pada periode setelah adopsi IFRS dibandingkan pada periode sebelum adopsi IFRS
Pendapat Mengenai Jurnal
Menurut kami jurnal ini sudah cukup baik, namun akan lebih baik apabila dikemudian hari dikembangkan dengan menggunakan data-data yang ada di Indonesia, agar hasil penelitian tersebut dapat di implementasikan di perusahaan di Indonesia. Selain itu, penelitian ini juga dapat memyakinkan investor lain bahwa penerapan IFRS dapat meningkatkan kualitas informasi perusahaan tersebut.

REVIEW JURNAL 2 (PERKEMBANGAN AKUNTANSI INTERNASIONAL)

0
PERKEMBANGAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN
INDONESIA MENUJU INTERNATIONAL FINANCIAL
REPORTING STANDARDS


Nama Jurnal

Jurnal Akuntansi dan keuangan
Volume / Halaman

Vol. 14 No.2, Juli 2009
Nama Penulis

Rindu Rika Gamayuni
Judul Jurnal

PERKEMBANGAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN
INDONESIA MENUJU INTERNATIONAL FINANCIAL
REPORTING STANDARDS
Tanggal Jurnal

Juli 2009
Tujuan Penelitian

-
Metode Penelitian

-
Variabel Penelitian

-
Hasil Penelitian

Standar Akuntansi Keuangan Indonesia perlu mengadopsi IFRS karena kebutuhan akan info keuangan yang bisa diakui secara global untuk dapat bersaing dan menarik investor secara global.
Kesimpulan Penelitian

Saat ini, adopsi yang dilakukan oleh PSAK Indonesia sifatnya adalah harmonisasi, belum adopsi secara utuh, namun indonesia mencanangkan akan adopsi seutuhnya IFRS pada tahun 2012. Adopsi ini wajib diterapkan terutama bagi perusahaan publik yang bersifat multinasoinal, untuk perusahaan non publik yang bersifat lokal tidak wajib diterapkan.
Pendapat Mengenai Jurnal
Perlu dipertimbangkan lebih jauh lagi sifat adopsi apa yang cocok diterapkan di Indonesia, apakah adopsi secara penuh IFRS atau adopsi IFRS yang bersifat harmonisasi yaitu mengadopsi IFRS disesuaikan dengan kondisi ekonomi, politik, dan sistem pemerintahan di Indonesia. Adopsi secara penuh IFRS akan
meningkatkan keandalan dan daya banding informasi laporan keuangan secara internasional, namun adopsi seutuhnya akan bertentangan dengan sistem pajak pemerintahan Indonesia atau kondisi ekonomi dan politik lainnya. Hal ini merupakan rintangan dalam adopsi sepenuhnya IFRS di Indonesia.
Jurnal tersebut sudah cukup bagus penjelasannya hanya saja dalam jurnal tersebut tidak memuat tujuan serta metode dalam melakukan penelitian , hal tersebut disayangkan karena dengan tidak adanya komponen tersebut para pembaca akan merasa bertanya tanya dan tidak cukup puas dalam membaca jurnal tersebut .